Spesial Day Part 2
Hai Hai.. Wah ada spesial day lagi nih
Iya hari ini giliran ayah saya yang ulang tahun setelah tanggal 8 kemaren adalah ulang tahun Ibu.
Wah bulan Juli ini banyak juga yah anggota keluarga saya yang ulang tahun..
Tapi sayang Ayah sedang tidak berada di rumah, Dia lagi mudik ke jawa tuh sama ibu.
Padahal ingin sekali mengucapkan selamat ulang tahun secara langsung
yah tapi gak apalah, secara saya juga gak tau punya keberanian gak ngucapin secara langsung.
Wew kenapa gak berani
?
Hmm.. sedikit cerita ya, dari kecil hingga saat ini saya memang jarang berkomunikasi dengan Ayah, kalaupun bicara juga hal-hal yang penting saja seperti minta di ambilkan sesuatu, di belikan rokok dll.
Sebenarnya diamnya ayah saya itu bukan sombong atau kaku, namun memang sudah sifatnya yang seperti itu dari kecil.
Suatu hari saya pernah berkunjung ke rumah teman saya yang bernama lely, Disana saya melihat betapa hangat sikap Ayahnya padanya, juga pada teman-temannya.
Saya sempat sedih saat itu,karena saya juga ingin seperti lely, bisa bercanda dan tertawa lepas dengan seorang ayah.
Namun setelah dipikir-pikir lagi saya jadi menyimpulkan suatu hal bahwa di balik sikap dinginnya itu tersimpan rasa kasih sayang yang besar terhadap keluarga.
Jadi apapun keadaannya ia tetaplah Ayah saya yang harus saya hormati dan sayangi.
Dan di hari yang istimewa ini saya ingin memberikan sebuah puisi dari sesorang anak kepada ayahnya..
Aku Sadar Akan Kasihmu
Ayah..
Diam, Dingin, Sendiri dan Kaku
Itulah yang bisa kugambarkan darimu
Ayah..
Disaat semua anak tertawa bahagia bersama ayahnya
Disaat itulah aku menangis
Tahukah engkau bahwa aku sangat merindukanmu
Tapi aku sadar saat ini bahwa…
Diammu adalah emas
Dinginmu adalah penyejuk bagi keluarga
Sendirimu untuk menghindar dari hal-hal negatif
Dan kakumu sebagai alat mendidik anak-anakmu
Ayah..
Hari ini aku ungkapkan bahwa…
Aku sadar akan kasihmu
Betapa engkau sangat menyayangi kami
Dan sekali lagi kuucapkan
HAPPY BIRTHDAY TO YOU
Selamat Ulang Tahun
Mungkin puisi di atas tidaklah bagus karena saya memang tak pandai merangkai kata, namun maknanya telah menggambarkan tentang apa yang saya rasakan..
Inikah Rasa Cinta Yang Itu?
Entah mengapa belakangan hari terakhir pikiran ini selalu tertuju padanya, mengingat banyak hal tentangnya..
Disaat pertemuan pertama, pandangan pertama bahkan puisi pertama yang ia berikan padaku.
Memang tulisan yang ia berikan bukan tulisan terindah yang pernah ku temui, tapi maknanya yang dalam bagikulah yang mempuat hati ini berpihak padanya.
Demikian puisi darinya untukku..
Terkadang ku menangis mengenangmu
Terkadang ku tersenyum mengenangmu
Terkadang rasa rindu tak mampu membendungnya
Inikah rasa cinta itu..??
Inikah rasa yang itu..??
Aku benar-benar tak mengerti apa yang kurasakan ini..
Mengapa slalu ada bayang’nya di stiap mimpiku..
Slalu ada senyumnya di sepinya malam ku
Slalu ku tersenyum bila mengingatnya…
Dan jujur ku tuliskan ini untuk ku berikan padamu.
Dan jujur aku ingin mengatakan bahwa aku jatuh cinta padamu
Itulah beberapa kalimat yang tidak terlalu puitis untuk disebut sebagai puisi namun kalimat-kalimat itulah yang bisa mempuat hati ini luluh membacanya.
Sampai kapanpun akan tersimpan jiwa & raga



Yang Komen