Tag

, , ,

Ialah sebuah alat yang sangat penting dan mutlak dibutuhkan oleh setiap orang.

Kenapa saya bilang mutlak?

Bayangkan saja, kita melakukan kegiatan yang berbeda setiap harinya. Tentu akan sangat banyak hal yang harus kita ingat, entah itu sebuah janji, rencana kegiatan dll.

Sedangkan otak manusia mempunyai batasan-batasan tertentu sehingga tidak mungkin mengingat segala hal yang harus di ingat.

Tidak seperti komputer yang memang diciptakan dengan spesifikasi super canggih karena memiliki memori untuk mengingat dan menyimpan segala hal.

Oleh karena itu sebuah jurnal harian sangat penting sekali. Saya baru menyadarinya beberapa hari terakhir setelah ada seseorang mengingatkan saya untuk memiliki sebuah jurnal/catatan.

Suatu hari ada kejadian yang membuat saya sadar akan keterbatasan kita dalam mengingat segala hal dan akan pentingnya sebuah jurnal.

Kejadian itu bermula pada tanggal 8 Juli 2009 ketika ada seseorang yang menitip uang pada ibu saya dengan jumlah yang lumayan banyak.

Karena pada saat kejadian ibu tidak ada, akhirnya sayalah yang menyimpan uang tersebut pada laci di lemari yang jarang di buka.

Pada saat yang bersamaan ada teman ayah saya juga datang mencari dan kebetulan ayah juga sedang tidak ada.

Singkat cerita selang beberapa hari saya masih juga tidak menyampaikan amanat seseorang yang menitipkan uangnya untuk ibu.

Entah kenapa pada hari “H” tepatnya tanggal 15 juli 2009 saya membuka laci dan melihat ada uang, wah saya bingung bener. Siapa yah yang punya uang? Saya berusaha mengingat-ingat.

Dengan pikiran yang masih bingung dan ragu…

Akhirnya saya berikan uang itu pada ayah, karena seingat saya pada tgl 8 Juli 2009 ada orang yang mencari ayah. Saya sama sekali tidak ingat dengan orang yang menitipkan uang pada ibu.

Saat itu saya juga sempat bilang pada ayah kalau saya lupa yang memberikan uangnya.

Ibu, Ayah dan adik saya geleng-geleng kepala.. (persis seperti adegan pada videoklip lagunya geleng-geleng. Hahahaha :D) dalam hati mereka mungkin berkata “Wah parah ni anak masih muda udah pikun, pikun apa teledor yah?” Wah entahlah😀.

Nah keesokan harinya saya mendapatkan ilmu yang sangat berharga dari mentor saya yaitu tentang pentingnya memiliki catatan harian atau jurnal.

Beliau berkata bahwa orang sukses pasti memiliki jurnal,dan kemanapun ia pergi pasti jurnal tersebut di bawa.

Bahkan beliaupun melakukan hal itu, saya lihat kemana-mana di bawa jurnalnya. Untung waktu lagi mandi gak di bawa. Hehehehe just kidding😀

Tiba-tiba saja…

Triing ting ting (Kalau di kartunkan terlihat seperti ada lampu di atas kepala :D) dalam hati saya berkata “Iya saya ingat sekarang” saat itulah saya baru ingat atau tepatnya sadar siapa yang menitipkan uang tersebut dan untuk siapa.

Ternyata bukan untuk ayah melainkan untuk ibu.

Sejak saat itulah saya jadi berhati-hati menjaga amanah dan mulai belajar memiliki jurnal serta mencatat hal-hal yang menurut saya penting & perlu di ingat. Dan sekarang saya merasa bahwa jurnal sangat penting bagi saya.

Bagaimana tidak? dengan kejadian itu saja sudah banyak hal yang bisa saya pelajari. Saya jadi malu sendiri, merasa bersalah, dibilang pikun, dimarah pula lagi.. hikz hikz hikz😦

Tapi memang yah pengalaman adalah guru yang paling berharga, semoga menjadi pelajaran yang baik dan tidak terulang di lain hari😀